Senin, 22 April 2013

Dear...



 Karna Hati Bicara…
Mengarungi samudra mahligai nan suci, penuh gelombang silih berganti…
Semua adalah ujian penguat cinta, bila hati bicara…
Terkadang tak perlu terucap kata-kata tuk selami dalamnya hatimu…
Susah senangmu jadi bagian hidupku… Karna hati bicara…
Tatap manja matamu kisahkan berjuta cerita, hadirmu dihidupku memberikan berjuta makna, Karunia ilahi mempersatukan dua hati…
Kurasa yang kau rasa karna hati bicara…

Pendamping Hidup…
Dalam hati bergeming namamu seperti aku menghela nafasku,
Cinta ini sulit ditafsirkan, hingga air surga mungkin tak’an berasa,
Tuhan ku takut kecemburuanku namun hatiku tak kuasa menelan dan tak sanggup ku pendam semua tetesan rasa yang telah kau berikan…
Ku bermohon engkau jadi pendampingku untuk selamanya ayat dan mautku… Wahyukan padaku butir-butir cinta adanya atasku… Dalam Mihrab Cinta…..
     Lari…
Kutemukan kamu, tanpa kurencana…
Menembus hatiku, kukira tak sampai jadi begini…
Tak bisa ku tahan, tak bisa ku lanjut, cinta lebih hebat…
Ku kira tak sampai jadi begini…Rasanya ku ingin lari, lari, lari…
Karna kujatuh cinta lagi, lagi, lagi…Kamu tahu skali yang sangat ku butuh menembus hatiku, ku tak mau jadi sampai begini… Rasanya ku ingin lari, lari, lari….

Rabu, 17 April 2013

Sepercik Oase Untuk Muslimah






SURGA ADA PADA DIRIMU
ENGKAU ADALAH PERHIASAN TERINDAH
Paska kedatangan Islam, wanita mendapatkan kedudukan yang lebih baik dan terhormat. Perhatian islam yang tinggi kepada wanita diabadikan dalam banyak ayat al-Qur’an, hadis Nabi Saw, dan berbagai kitab fiqih. Pembahasan mengenai wanita menempati bab-bab yang spesial. Dalam kajian tasawuf, bahkan wanita diasosiasikan sebagai symbol keindahan Tuhan. Sementara itu, Nabi saw mencitrakan para wanita sebagai perhiasan, seperti yang terungkap dalam hadis berikut :
“Dari ‘Abdullah bin’Amru ra. bahwa Rasulullah Saw bersabda:”Dunia iniadalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.”(H.R.Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa’I, Ahmad, dan Malik).
Ungkapan hadis tersebut sungguh indah dan proporsional. Dunia dicitrakan sebagai perhiasan. Namun, perhiasan terindah itu bukanlah mutiara ataupun permata, tetapi wanita shalihah. Layaknya sebuah perhiasan yang indah, ia tentu banyak dicari dan diperebutkan banyak orang. Dengan menjadi wanita shalihah para wanita akan menjadikan dirinya sebagai simbol terindah dunia. Surga adalah simbol dari segala keindahan dan Islam menjadikan wanita shalihah adalah ‘surga’ itu sendiri. SEPERCIK OASE UNTUK MUSLIMAH,2007,5.

Institut Agama Islam Darussalam



VISI,MISI,TUJUAN, DAN KOMPETENSI LULUSAN
 INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM (IAID)
 CIAMIS JAWA BARAT
VISI
Menghasilkan akademisi muslim yang memiliki ketajaman intelektual, ketangguhan iman, kepekaan nurani, dan kekuatan moral Program Pascasarjana.
MISI
a.       Melaksanakan pengajaran dan pengembangan ilmu dan nilai-nilai islam;
b.      Memelihara tradisi keilmuan islam dan sekaligus mendorong pembaharuan pemikiran islam;
c.       Mengarahkan mahasiswa kepada pemilikan akhlak mulia, pemikiran rasional, analistis, berorientasi pada pemecahan masalah, dan berpandangan jauh ke depan;
d.      Melaksanakan penelitian dalam rangka pengembangan keilmuan dan masyarakat;
e.       Memberikan kontribusi dalam proses pembangunan, khususnya dalam kaitan dengan upaya memperkuat landasan spiritual, moral dan etik pembangunan;
f.       Memberikan kontribusi dalam upaya mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan umat manusia.
TUJUAN
Menghasilkan tenaga ahli dalam bidang Ilmu Agama Islam yang kelak dapat bertindak sebagai tenaga penggerak pendidikan dan pengajaran serta penelitian dan pengembangan Ilmu Agama Islam.
KOMPETENSI LULUSAN
1.      Pengetahuan dan pemahaman (knowledge and understanding)
ü  Mempunyai pemahaman dan pengertian tentang dasar-dasar agama Islam.
ü  Mempunyai pemahaman dan pengertian tentang norma, kaidah teori dan metodologi ilmu-ilmu agama islam.
ü  Mempunyai pemahaman dan pengertian tentang perkembangan ilmu-ilmu agama Islam.
2.      Keterampilan (skills)
ü  Terampil dalam menggali nilai-nilai universal ke-Islaman dan kemanusiaan.
ü  Terampil dalam penerapan konsep dan teori atas fenomena umat.
ü  Terampil dan aktif dalam kehidupan akademik dikalangan peminat dan peneliti ilmu-ilmu islam.
ü  Terampil dalam membangun refleksi fenomenal ilmu-ilmu agama islam yang dihadapi oleh masyarakat.
ü  Terampil dan peka dalam interprestasi teks, konteks, dan realitas umat.
3.      Kemampuan dan kesanggupan (ability/capability)
ü  Menguasai dasar-dasar ilmiah dan pengetahuan serta metodologi bidang ilmu-ilmu agama Islam.
ü  Mampu mengidentifikasi, memformulasi, dan menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan penerapan dan pengembangan ilmu-ilmu agama Islam.
ü  Mampu merancang suatu penelitian bidang ilmu-ilmu agama islam.
ü  Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan  bidang ilmu-ilmu agama Islam.
ü  Mampu menerapkan pengetahuan dan keahliannya dalam kegiatan produksi dan pelayanan kepada masyarakat.
4.      Sikap (attitude)
ü  Mempunyai sikap rasa ingin tahu terus menerus tentang perkembangan ilmu-ilmu agama Islam
ü  Mempunyai sikap dan berusaha melakukan internalisasi nilai-nilai universal agama Islam.
ü  Peka terhadap upaya akademik dalam mengungkap khazanah ilmu-ilmu ke-Islaman.
ü  Berupaya menciptakan budaya prestatif dan sikap produktif dalam menghasilkan karya-karya ilmiah bidang ilmu-ilmu agama Islam.
ü  Menghargai pluralisme dan multikulturalisme sebagai realitas masyarakat.
ü  Menghargai setiap upaya pendekatan interdisipliner dalam mengelolola sumber daya umat.